Pengaruh yang dibawa oleh kedatangan kolonial bangsa Eropa


. Munculnya dan Berkembangnya Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia

1. Jatuhnya Jaringan Perdagangan Islam di Indonesia
Jaringan perdagangan Indonesia, terutama yang diperlopori oleh para pedagang Islam, mengalami kehancuran akibat monopoli perdagangan yang dilakukan oleh bangsa Portugis dan Belanda.
Hak octrooi yang diberikan kepada VOC yaitu:
a. VOC memperoleh hak monopoli perdagangan.
b. VOC memperoleh hak untuk mencetak dan mengeluarkan uang sendiri.
c. VOC dianggap sebagai wakil pemerintah Belanda di Asia.
d. VOC berhak mengadakan perjanjian.
e. VOC berhak memaklumkan perang dengan nama lain.
f. VOC berhak menjalankan kekuasaan kehakiman.
g. VOC berhak mengadakan pemungutan pajak.
h. VOC berhak memiliki angkatan perang sendiri.
i. VOC berhak mengadakan pemerintahan sendiri.

Akibat hak-hak monopoli yang dimilikinya, VOC bisa memaksakan kehendaknya pada perusahaan-perusahaan perdagangan Indonesia. Untuk mempertahankan monopoli perdagangannya, kekuatan militer pun ditingkatkan.
VOC mengalami kemunduran yang disebabkan: merajalelanya korupsi pada para pegawai VOC kuatnya persaingan di antara kongsi-kongsi perdagangan lain terlalu banyak biaya untuk menumpas berbagai pemberontakan rakyat dan meningkatnya kebutuhan untuk gaji pegawai VOC.
Menuru Ricklefs, kemunduran VOC disebabkan:
“Meskipun VOC merupakan organisasi milik Belanda, tetapi sebagian besar anggotanya bukanlah orang Belanda. Para petualang, gelandangan, penjahat, dan orang-orang yang bernasib jelek dari seluruh Eropalah yang mengucapkan sumpah setia pada VOC. Ketidakberdayagunaan, ketidakjujuran, nepotisme, dan alakoholisme tersebar luas dikalangan anggota VOC.”
Hal itu pula yang melatarbelakangi sikap operasional VOC terhadap bangsa pribumi yang cenderung kejam, sewenang-wenang, dan tanpa kompromi.

2. Indonesia pada Masa Pemerintahan Herman Willem Daendels (1808-1811)
Indonesia yang terletak jauh dari kawasan Eropa ternyata pernah menjadi bagian dari konflik antarnegara Eropa. Pemerintah Kerajaaan Belanda yang sudah menjadi bagian dari Imperium Prancis harus berhadapan dengan Inggris, musuh Napoleon Bonaparte yang belum dapat ditaklukkan.
Sementara itu, di Indonesia, kedudukan Belanda yang sudah jatuh ke Prancis sangant terancam. Untuk kepentingan perang Prancis dengan Inggris, bangsa Indonesia harus menghadapi penderitaan di bawah pemerintahan Daendels. Untuk membiayai proyek tersebut, rakyat dibebani dengan pajak-pajak tertentu yang cukup besar. Dengan demikian, sistem wajib penyerahan model VOC diteruskan oleh Daendels.
Kehidupan keraton di Jawa juga terancam akibat ulah Daendels. Demikian juga dengan intervensinya terhadap kehidupan di Yogyakarta yang menimbulkan keresahan di kalangan keraton.

3. Indonesia pada Masa Pemerintahan Thomas Stamford Raffles (1811-1816)
Serangan terhadap kekuasaan Imperium Prancis di Indonesia terbukti pada 1811. Pada 8 Agustus 1811, 60 kapal Inggris melakukan serangan ke Batavia. Akhirnya Batavia dan daerah-daerah sekitanya jatuh ke tangan Inggris pada 26 Agustus 1811.
Mungkin tidak disadari bahwa pada masa penjajahan Inggris wilayah Indonesia secara ekonomis dan politis pernah bersatu dengan wilayah India. Raffles lebih bersifat liberal dalam menjalankan pemerintahannya.
Beberapa tindakan Raffles:
a. Menghapuskan sistem kerja paksa (rodi), kecuali untuk daerah Priangan dan Jawa Tengah;
b. Menghapuskan pelayaran hongi dan segala jenis tindak pemaksaan di Maluku;
c. Melarang adanya perbudakan;
d. Menghapus segala bentuk penyerahan wajib dan hasil bumi;
e. Melaksanakan sistem landrente stelsel (sistem pajak bumi), dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Membagi Pulau Jawa menjadi 16 Keresidenan;
b) Mengurangi kekuasaan para bupati;
c) Menerapkan sistem pengadilan dengan sistem juri.

Raffle menggambarkan dirinya sebagai seorang pembaru yang hebat(dalam buku History of Java yang ditulisnya).

Comments